Ramadhan yang berbeda

Kita akan menghargai waktu, ketika kita telah melewatinya

Bisa jadi kata-kata di atas merupakan kata yang cocok yang menggambarkan kondisi saat ini. Tulisan ini agak sedikit terlambat, karena 6 hari di bulan Ramadhan 1441 H sudah berlalu.

Kondisi yang sangat berbeda dengan tahun sebelumnya

Mungkin tahun lalu, ada yang kecewa dan menyesal karena ibadahnya kurang maksimal. Tarawihnya bolong, ngajinya belum khatam, hafalannya ga nambah, dll. Berharap Ramadhan yang akan datang bisa berjumpa, dan memperbaiki semuanya. Bisa lebih semangat lagi, bisa meningkatkan amal lagi, banyak menebar kebaikan lagi.

Setahun berlalu, bulan Ramadhan pun tiba. Tapi, dengan kondisi yang sedikit berbeda. Masjid banyak yang ditutup, tidak ada bazar yang biasanya kita datangi, kajian yang ditunggu sepi, anak kecil yang biasanya bermain pun susah ditemui. Pasti sebelumnya kita tidak pernah menyangka, kita mengalami hal ini.

Sebelumnya mungkin kita abai, bukan tak peduli, tapi tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Allah kirimkan satu virus, yang bahkan kita tidak pernah tahu bentuk nyatanya seperti apa.

Terkadang ketenangan, tak selamanya membawa kedamaian

Kadang tsunami datang, di saat sebelumnya ombak tenang di lautan. Longsor bisa terjadi, di saat musim kemarau panjang. Sama halnya wabah ini, kita anggap hanya berita biasa, tapi ternyata efek nya ke mana-mana. Kita selalu berlindung dibalik kata “ujian”, tanpa sadar bahwa manusia berhak “dihukum”.

Saya kembali merefleksikan diri, di saat ujung kehidupan semakin dekat, apakah kita masih akan diberi kesempatan lagi? Mungkin, kondisi seperti ini yang dialami oleh saudara kita yang “berpulang” lebih dulu. Mereka ingin kembali memaksimalkan amalnya, tapi kondisi sudah tidak memungkinkan. Apa hal tersebut juga tidak kita sadari?

Sebelum “The New Normal” datang apa yang sudah kita siapkan saat ini? Apa kita melewati kondisi ini dengan sebaik mungkin? Atau akan ter ulang lagi, kita melewatinya begitu saja, tanpa hikmah, tanpa ibroh, tanpa ada pelajaran yang dapat kita ambil. Tanpa bisa memaksimalkan apa yang telah Allah beri.

“Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni.”

[HR. Ahmad, dishahihkan al-Hakim, adz-Dzahabi dan al-Albani]

Satu harapan dan do’a. Semoga hari esok bisa lebih baik.

Semoga rekan-rekan semua diberi kesehatan, senantiasa dimudahkan, dan bisa melewati pandemi sebaik mungkin.

Jangan sampai kita menyesal lagi. Tetap phisycal distancing, stay healthy, dan maksimalkan apa yang kita bisa. Bantu saudara yang membutuhkan, together we can.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *