Di tengah obrolan yang santai, tiba-tiba ada teman yang bertanya dengan nada ragu, “Menurutmu aku mampu nggak? Bisa nggak ya ngelakuin itu?”. Pertanyaan itu langsung membawa saya pada momen-momen ketika saya sendiri merasakan hal yang sama, ragu pada kemampuan diri, terutama ketika menghadapi sesuatu untuk pertama kalinya.
Saya teringat satu momen setelah lulus kuliah. Dosen meminta saya membantu melakukan review jurnal, berbekal pengalaman pernah menerbitkan jurnal dan mengikuti konferensi. Tapi reaksi pertama saya tetap saja, ragu.
“Emangnya saya bisa ya?” tanya saya pelan, setengah yakin, setengah takut salah.
Di titik itu, dosen memberikan jawaban yang sampai sekarang masih membekas:
“Kamu tuh bukan nggak bisa, tapi sebenernya mau apa nggak.”
Sederhana, tapi menohok. Karena sering kali, keraguan itu bukan datang dari kurangnya kemampuan, melainkan dari kurangnya kemauan untuk mulai melangkah.
Momentum untuk melakukan Langkah Pertama
Dalam fisika, momentum adalah dorongan yang membuat sesuatu sulit berhenti ketika sudah bergerak. Bahasa mudahnya mungkin bisa dipahami, “Kalau sudah jalan, berhenti susah. Kalau diam, mulai susah”.
Yang sering kita lupa adalah bahwa gerakan itu tidak harus besar. Bahkan momen kecil, sekadar 5 menit mulai mengerjakan sesuatu, bisa menciptakan momentum yang mendorong langkah-langkah berikutnya.
Kadang, masalahnya bukan nggak bisa, tapi nggak mulai.
Kadang, bukan soal kurang waktu, tapi belum menyisakan momen kecil untuk bergerak.
Terjebak pada Kondisi menunggu Ideal
Dalam aktivitas sehari-hari, kita sering menunggu waktu yang pas, mood bagus, kondisi sempurna, atau momen ideal. Padahal, momentum justru tercipta dari hal-hal kecil yang sering kita abaikan. Saya teringat ucapan seorang teman yang hidupnya penuh kesibukan, “Sebenernya nggak ada orang sibuk, yang ada cuma orang yang belum bisa bagi waktu”.
Kalimat itu menguatkan satu hal, bukan “nggak sempat” atau “nggak bisa”, tapi belum mau mengambil langkah kecil yang bisa memulai semuanya.
Momentum untuk Berani memulai
Momentum mengajarkan kita bahwa hidup bukan menunggu keberanian besar. Hidup dibangun dari keberanian kecil yang dipilih berulang-ulang. Setiap 5 menit yang kita gunakan untuk bergerak adalah tanda bahwa kita mau, bukan sekadar mampu. Semakin sering kita memilih untuk mau, semakin jauh kita melangkah tanpa sadar.
Pada akhirnya, banyak pintu besar dalam hidup terbuka bukan oleh orang yang paling kuat atau paling pintar, tapi oleh orang yang berani memulai dari momentum paling kecil. Karena memang benar, “kamu tuh bukan ga bisa“, cuma perlu bilang ke diri sendiri, “Aku mau.”
![]()


